Terungkap, Aku adalah Putri Besar
"Jin Shengyan, putri dari kalangan elite Beijing, bersabar demi cinta selama lima tahun dengan mendukung Wang Fan, pria dari keluarga biasa yang berambisi membangun bisnis. Namun, pengkhianatan pahit menantinya—Wang Fan berselingkuh dengan Li Danyang, teman sekamarnya, lalu menendang keluarga Jin keluar dari perusahaan, bahkan mempermalukan Shengyan di depan umum dengan memecat seluruh keluarganya. Sampai akhirnya, Shengyan tak lagi bisa diam. Ia memerintahkan kenaikan harga sewa properti di Beijing seribu kali lipat, memutus arus kas perusahaan Wang Fan. Kakek Jin memanfaatkan momentum ini untuk menjodohkannya dengan Gu Qingfei, ""pangeran"" kalangan elite Beijing yang diam-diam mencintainya selama tujuh tahun. Gu Qingfei langsung terbang pulang ke China, dengan garang melindungi Shengyan, menghajar Wang Fan sambil berancang: ""Jika satu helai rambut Shengyan hilang, kau kutuntut nyawamu!"" Wang Fan yang tak mau menyerah berusaha bangkit dengan mengandalkan ""kontrak kerja sama dengan putri elite Beijing"", tanpa sadar bahwa Shengyanlah sang putri sejati. Di acara penandatanganan kontrak di Villa Jinxiu, Wang Fan dan Li Danyang menghina keluarga Jin di depan umum, bahkan melukai Kakek Jin dengan botol sampanye sambil mencaci: ""Jin Shengyan cuma perempuan murahan!"" Di saat genting, pintu terbuka—Shengyan muncul dengan gaung megah, mengungkap identitas aslinya yang membuat semua orang terpana! Bersamaan dengan itu, dukungan mengalir dari berbagai pihak: konglomerat baru, ahli pengobatan, keluarga Gu, bahkan kelompok Hongmen. Wang Fan dan Li Danyang pun kelabakan... Dengan balas dendam dan cinta yang berjalan beriringan, Shengyan tak hanya merebut kembali segalanya, tapi juga meraih cinta tulus sang ""pangeran"" Gu Qingfei. Di akhir kisah, ia tersenyum puas menyaksikan pengkhianat menelan buah kesombongan mereka sendiri, sementara hidupnya bersinar gemilang! "