Masa Kehancuran Seperti Ini
"Lu Ci mengetahui dirinya mengidap penyakit mematikan dan hanya memiliki waktu kurang dari setahun untuk hidup. Sebagai seorang yatim piatu, ia sempat merasa lega karena kematiannya tak akan menyakiti siapa pun. Namun, ia kemudian mendengar bahwa panti asuhan tempatnya dibesarkan akan digusur. Yang tak ia sadari, ini adalah jebakan mantan kekasihnya, Shen Xiuting, untuk memaksanya kembali. Saat mengetahui bahwa pemilik proyek penggusuran adalah Shen Xiuting, Lu Ci merasa campur aduk antara bahagia dan terkejut. Meski ingin menghindar, demi kelangsungan panti asuhan, ia akhirnya mendatangi Shen Xiuting dan memohon agar ia menjual panti itu padanya. Shen Xiuting setuju, dengan syarat Lu Ci harus menemaninya selama tiga bulan. Lu Ci menyetujui syarat itu, namun Shen Xiuting ingkar janji dan tetap merobohkan panti asuhan. Ibu Shen Xiuting, yang mengetahui kehadiran Lu Ci, kembali memaksanya menjauhi putranya. Kehilangan panti asuhan, ajal yang semakin dekat, dan rencana pernikahan Shen Xiuting dengan orang lain—semua ini menghancurkan Lu Ci. Dalam keputusasaan, ia mencoba mengakhiri hidupnya, tetapi diselamatkan oleh Shen Xiuting. Setelah melewati serangkaian kesalahpahaman dan penderitaan, akhirnya mereka saling jujur. Shen Xiuting tak lagi menyembunyikan cintanya, sementara Lu Ci mengaku tentang penyakitnya. Shen Xiuting menemani Lu Ci berobat, tetapi kondisi kesehatannya kian memburuk. Di detik-detik terakhir hidup Lu Ci, Shen Xiuting menikahinya di rumah sakit. Tak lama setelah pernikahan itu, nyawa Lu Ci pun pudar. Kematian Lu Ci menghancurkan Shen Xiuting. Setelah mengurus pemakamannya, ia berdiri di depan nisan Lu Ci, ingin menyusul kekasihnya. Namun, Li Sisi—yang dipercaya Lu Ci—menyerahkan tujuh surat yang ditulisnya sebelum meninggal. Shen Xiuting hidup bagai mayat hidup selama tujuh tahun, hingga akhirnya ia mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak. Di antara mawar dan genangan darah, ia pun berlari menyambut Lu Ci di alam baka."